Uncategorized

Melihat Aktifitas Malam Santri Nurul Qodiri

Pojokkampung.net – Pondok pesantren bisa dikatakan sebagai basis pengkaderan ulama di Indonesia. Peran pondok pesantren selama ini menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak insan yang berakhlaqul karimah. Begitu pula Pondok Pesantren Nurul Qodiri yang komitment untuk mendidik santri-santrinya untuk mejadi manusia yang berakhlakul karimah serta berpengetahuan.

Pondok Pesantren Nurul Qodiri beralamatkan di desa Lempuyang Bandar kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah. Adapun jumlah santri yang ada di Pesantren Nurul Qodiri berjumlah 400 orang lebih. Fasilitas yang dimiliki sudah milik sendiri sehingga mempermudah dalam menjalankan segala kegiatan belajar mengajar.

Secara umum melihat banyaknya jumlah santri tentu sulit dalam membimbing santri dalam belajar. Namun ada salah satu solusi untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menggunakan metode sawir. Sawir adalah pola belajar yang menggunakan metode belajar secara berkelompok. Biasanya kegiatan ini ditujukan untuk mendiskusikan pelajaran yang sudah disampaikan oleh guru.

Waktu pelaksanaan kegiatan sawir di Pesantren Nurul Qodiri dilaksanakan pada malam hari dimulai ba’da isya sampai pukul 22.00 WIB. Adapun kitab-kitab yang dipelajari yaitu kitab mabadi fiqih, aqidatul awam, matan jurumiyah dan lain-lain.

“Kegiatan sawir yang dilaksanakan di Pesantren Nurul Qodiri sangat efektif untuk mengkontrol pola belajar santri. Selain itu, kegiatan sawir juga berguna untuk mengarahkan santri agar pengetahuan santri disesuaikan dengan ajaran dan ilmu yang ada di Pesantren Nurul Qodiri” kata imam Suhadi saat didatangi awak media (17/11/2019).

“Kenapa sawir dilaksanakan ba’da isya? Karena waktu-waktu malam sangat baik untuk konsentrasi mengulang dan mendiskusikan pelajaran-pelajaran yang telah disampaikan di siang hari” tambahnya lagi.

Penulis : Sulis

Editor : Cholid

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close